Kamu…

IMG-20171029-WA0238.jpg

Ada yang memohon asa
Dalam sehelai kertas berwarna
Juga banyak yang meminta doa
Pada setiap lima ibadahnya

Tak jarang aku menengadahkan kedua belah tangan
Meminta engkau kepada Tuhan
Ketika aku percaya setiamu masih dipertanyakan…

 

Semarang, 29 Oktober 2017

Advertisements

My First Trip to Magelang with Backpacker Jakarta

Jumat 20 Oktober 2017

Sudah 3 hari berturut-turut hujan membasahi kota Jakarta, aku yang baru pertama kali ikut trip bersama Backpacker Jakarta pertamanya agak cemas juga, karena kami akan bertolak dari Jakarta malam ini menuju Magelang pukul 19.00, meeting point di kantor Sekretariat Backpacker, Cawang.  Alhamdulillah, pada hari yang ditunggu-tunggu, cuaca sangat mendukung, aku pun tiba di Sekretariat Backpacker pukul 18.40, ada beberapa orang yang sudah hadir duluan.  Setelah diundur satu jam, seraya menunggu mereka yang belum datang, kami pun akhirnya berangkat pukul 20.00 WIB. Bus yang kami tumpangi, seat nya 3-2, aku duduk bertiga dengan teman satu RT #32.  Menurut itenary, pada hari pertama (21 Oktober) kami akan ke Ketep Pass, Hutan Pinus, Borobudur dan Rumah Kamera, sedangkan pada hari kedua (22 Oktober) kami akan ke Bukit Barede (pengganti Punthuk Setumbu yang jalannya lagi direnovasi), serta ke Gereja Ayam, Bukit Rhema.

21 Oktober 2017

Kondisi jalan agak macet, berhubung akhir pekan. Kami baru tiba di Pekalongan pukul 05.30 WIB, bagi yang ingin menunaikan ibadah shalat shubuh dipersilahkan turun, tapi banyak juga sebagian yang mandi karena menurut itenary, kami akan tiba di homestay Omah Setumbu, sekitar pukul 18.00 WIB nanti. Pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan. Kami tiba di Magelang pukul 12.00 WIB. Destinasi pertama yang kami tuju adalah Ketep Pass, yang teletak di Sawangan, Magelang. Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo–Selo–Borobudur (SSB) oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, pada tanggal 17 Oktober 2002. Harga masuk tiket per orang Rp.10.000,- Dikarenakan ada festival, bis yang kami tumpangi tidak bisa menuju lokasi, sehingga kami harus berjalan sekitar 2 km. Jarak yang cukup lumayan, mengingat medan yang kita lewati menanjak, bagi saya yang jarang berolahraga, ini agak berat,  setelah 50 menit berjalan, akhirnya kami pun tiba di tujuan, disambut dengan keindahan panorama alam yang begitu menakjubkan. Ketep Pass sendiri merupakan wisata dengan ciri khas kegunungapian.

Setelah 90 menit menikmati keindahan Ketep pass kami lanjut ke destinasi berikutnya : Candi Borobudur, yang jaraknya kurang lebih 1 jam dari Keteb Pass. Candi yang masuk keajaiban dunia ini ramai didatangi turis lokal maupun manca Negara. Kami tiba pukul 13.10 WIB, setelah ketua rombongan membeli tiket masuk (HTM Rp. 40.000/orang), kami pun mulai mengarah ke pintu masuk dan menaiki tangga Candi. Aku sempat terpana, melihat warisan budaya Indonesia tersebut. Borobudur yang terdiri dari 72 stupa berdiri megah dengan desain arsitekturnya yang unik. Setelah 90 menit mengelilingi dan mengabadikan candi Budha ini kami pun beranjak menuju homestay.

Dikarenakan jalan menuju Hutan Pinus sedang direnovasi, jadi destinasi tersebut harus di-skip. Rencana ke Rumah Kamera pun terpaksa dibatalkan karena sudah kesorean dan kami harus menuju homestay. Homestay letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Borobudur, Makan malam dimulai pukul 20.00 WIB dengan menu nasi gudeg, sebelumnya ada acara perkenalan sesama anggota rombongan Backpacker Trip Magelang dan pembagian doorprize. Pukul 22.00 kami pun tidur karena kelelahan sekaligus mempersiapkan diri untuk petualangan esok pagi.

22 Oktober 2017

Menurut itenary, kami akan melihat sunset view dari Bukit Barede, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat kami tinggal. Pukul 04.00 WIB kami sudah menyusuri jalan disinari senter, perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam. Bukit Barede merupakan wisata baru di daerah Magelang untuk melihat sunrise. HTM untuk memandang sunrise di Bukit Barede adalah Rp. 30.000/orang. Sinar keemasan mentari dihiasi dengan pegunungan yang membentang membuat kami bisa betah berlama-lama di sini. Gunung Merapi, Gunung Manoreh dan  Gunung Merbabu terlihat gagah menjulang, dari sini pun kita bisa melihat puncak Candi Borobudur yang letaknya memang hanya 2 km dari Bukit Barede. Memang, untuk melihat panorama alam yang indah ini kami harus berjalan menapaki tangga bebatuan, menanjak dan kelelahan, tapi ketika sudah tiba di puncak bukit, semua akan terbayarkan!

IMG-20171022-WA0055.jpg
Berburu sunrise di puncak Bukit Barede

Puas berfoto ria, pukul 06.15 WIB kami pun menuju Gereja Ayam, wisata yang terletak di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rhema. Gereja Ayam ini diprakarsai oleh Daniel Alamsjah, pada tahun 1990an, menurut Daniel sebenarnya bangunan ini berbentuk burung merpati bukan berbentuk ayam. Gereja ini sendiri terkenal setelah film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) melakukan syuting di sini. Gereja ini terdiri dari empat lantai, di lantai tertinggi (puncak menara) kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa sekitar candi Borobudur yang dikelilingi oleh gunung – gunung, Sumbing, Tidar, Merbabu, Merapi, Suroloyo yang sangat memikat, selain itu dari puncak ini kita bisa juga menikmati keindahan bukit, sawah yang terbentang dari kejauhan. Untuk tiket masuk, pengunjung harus membayar Rp. 15.000,- per orang. Gereja ayam ini sekarang dijadikan rumah doa, di mana semua umat bisa berdoa di sana dengan kepercayaan mereka masing-masing. Dan lagi-lagi saking indahnya pemandangan yang menanti di atas, kelelahan menaiki puncak Bukit Rhema tak akan terasa dibandingkan panorama alam yang menanti selepas kita sampai di puncaknya.

IMG-20171022-WA0051.jpg

Usai menikmati keindahan Bukit Rhema kami pun menuju homestay untuk berkemas-kemas pulang ke Jakarta. Pukul 09.00 WIB kami sudah berkumpul. Setelah menikmati sarapan pagi nasi pecel, kami siap pulang ke Jakarta. Tak lupa kami pun mampir membeli oleh-oleh di tempat wisata Kampung Rawa, sekaligus makan siang. Bis pun melaju dan hanya berenti sekali sewaktu shalat magrib. Setelah melalui perjalanan panjang kami pun akhirnya tiba di Jakarta pukul 01.00 WIB dini hari.

Suatu perjalanan yang memang cukup melelahkan tapi mengasyikkan, trip pertama dengan Backpacker Jakarta yang tak akan terlupakan, sungguh luar biasaaa!!! Terima kasih Backpacker Jakarta! Sampai jumpa di trip berikutnya!

My First Post

Actually, its my third blog, but since I forgot all password of my blogs, so I must make a new one. Here you can find my post about my trip, about MotoGP especially concerned with Valentino Rossi, I will also write everything I want to write 🙂 

Hope you like reading my post, please give comment or suggestion.

Thank you for visiting and reading…

 

download